Sabtu, 25 Juli 2015

antara cinta dan nafsu



Detak jantung perlahan berdetak
Detik waktu kian melaju
Ketika rasa yang tertanam menjadi rasa yang tertera
Inikah rasa atau inikah nafsu
Ketika cinta berubah menjadi nafsu
Cinta yang didapatkan oleh Aisyah dari Rasulullah takkan pernah kurasakan
Cinta yang didapatkan oleh Fatimah dari saidina Ali takkan pernah kudapatkan
Bermimpikah wanita saat ini untu mendapatkan hal yang sama seperti masa Rasul
Haramkah wanita saat ini menginjak surga-Mu
Sungguh ku tersipu malu menatap langit-Mu
Menginjak  Bumi-Mu
Memanfaatkan rejeki-Mu
Jika amanah-Mu tak pernah kutepati dan
Jika rasa syukurku terhadap-Mu tak pernah tersirat di hati



tersipu malu

Subhanallah walhamdulillah wala ilahaillah Allahuakbar
Sungguh besar cinta-Mu terhadapku ya Rahman
Begitu indah di setiap detik waktu berjalan Engkau memperhatikanku
Ketika qudrah-Mu memancar dihatiku
Saat itulah rasa sesalku kian menghujamku
Tiada kata yang dapat kupanjatkan atas segala kesalahanku terhadap-Mu ya Rahim
Lembut kasih-Mu adalah adalah suka dibalik duka
Ku merindukan-Mu ya Rahman
Ku merindukan-Mu ya Rahim
Sungguh
Ku sangat merindukan-Mu
Tenggelamkan masa ini ya Rahman
Sirnakan masa ini ya Rahim
Tiada daya kulewati tanpa-Mu ya Rabbi
Tiada kuasa selain titah-Mu Tuhan
Telah indah Engkau anugerahkan
Namun kesyukuran tak pernah Engkau dapatkan dariku
Biar Engkau menghukumku atas kesalahanku
Namun jangan Engkau hukum orang yang telah engkau titipkan ruhku
Jangan Engkau hukum orang yang telah menghadirkanku melihat dunia-Mu
Hukumlah aku ya Rabbi



Minggu, 31 Mei 2015

silih berganti

mencintai makhluk memang tak selamanya abadi
namun belajar mencintai makhluk-Mu karena-Mu
adalah jalan menuju surgawi abadi
ya Rabbku hilangkanlah gundah di hati selain karena-Mu
hilangkanlah rasa ini jika tak kau ridhai
dan hadirkanlah rasa ini jika ini adalah skenario indah-Mu
rasa yang beda telah kudapati
27 november 2013

Minggu, 19 April 2015

lauhul Mahfudz

yakin
selalu keyakinan yang ku ragu
andai hati bisa berkata
telah ia smpaikan sajak-sajak gambaran rasaku
Allah telah mencipta
tak ada yang luput dari pandangan-Nya
jika namumu yang telah Allah tetapkan di lauhul mahfudz
rasa syukurku tak pernah henti untuk-Nya
dan jika bukan namamu
mungkin telah Allah siapkan nama yang lain di atas sana
usaha manusia memang tak akan pernah sia-sia
apa yang saat ini ku genggam tak akan kulepaskan
karena ini adalah sesungguhnya rasaku
dan jika yang kugenggam terlepas itulah petunjuk Allah
siapapun yang telah Allah tentukan di lauhul mahfudz
itulah yang terbaik

inspirasiku

kata memang tak serumit rasa
setumpuk air mata tak cukup untuk menggambarkan rasa
lelah memang lelah
namun, segala sesuatu tanpa di ikuti lelah, takkan ada yang namanya bukit
peganganku saat ini kutipan duta parawisata 2014
jika p-->q kita akan mendapatkan sesuai dengan yang kita kerjakan
jangan berharap lebih jika lelah tak menyertaimu
hilangkan kata
 aku tak mampu
sudah terlambat
aku tak berdaya
aku bukan siapa-siapa
Tuhan menciptakan manusia berbagai tujuan
tak bisa di pungkiri jika kebanyakan manusia melupakan nikmat-Nya
berdiri tegaklah menghadap dan melangkah kedepan
karna langkahmu adalah penentu lingkup di masa yang akan datang

Sabtu, 04 April 2015

doa terindah untuk yang terindah ( 04 April )

doamu hari ini tak pernah henti ku aminkan di hati
terbelenggu sudah raguku
seketika buyar hayalku menggapaimu
cinta telah terbersit di hati
tak mampu terpungkiri lagi
telah kuserahkan semua pada sang Maha Pengatur hati
jika takdirmu dan tak takdirku adalah takdir kita
itulah skenario terindah dari-Nya
dan selalu ku semogakan dalam doaku
semoga ridha-Nya selalu menjadi harapku harapmu dan harapan kita


RZ

04 April

syukurku pada -Mu ya Rabbi
telah Engkau izinkan makhluk ciptaan-Mu tetap menghirup oksigen anugrah-Mu
seiring waktu berjalan jiwa dan raga telah lamaEngkau percayakan pada hamba-Mu
indah kasih-Mu
lembut belaian-Mu
dalam sujudku merasakan sentuhan-Mu ya Rabbi
hamba rindu tatapan-Mu ya Rahim
ya mujib
tak henti alam semesta menyebut nama-Mu yang agung
Engkau kasihi manusia kala mereka menjauhi-Mu
merindukan-Mu adalah hal terindah
ibu
tak usah kau alirkan air matamu
tak kan henti aku mencintaimu
tak pernah bosan aku menatapmu
hingga saat engkau menua
sudah cukup doa dan air mata selama 20 tahun untukku
terkulai tak berdaya saat ku menatapmu ibu
indahnya menjadi wanita adalah pedomanku darimu ibu
Ayah
seandainya ku punya hati sepertimu
maka akulah hamba-Nya yang  tersayang
tak pernah ku dengar keluh kesahmu
sabar telah menyelimuti hati sucimu